Bintang, Langit, dan Bulan
Sedikit mendongakkan kepala, kutemukan sepenggal langit jingga merona di ufuk barat
Kudapati sebongkah cahaya bernama bintang, terang!
Semangatnya dalam pancaran keindahan yang telah terlontar sejak bertahun lalu
Merasuk dalam rasa dan rahasia bersahaja ditengah kering kerontannya malam
Ditemani dengan temaram cahaya bulan yang membulat
Bintang nampak segan, tak mau berdampingan
Berdiri angkuh, merajai langit yang luas
Bak peri cantik tanpa senyum dan kata
Dan pula cermin, seakan tidak berdaya
Pantulan kecantikannya akan pudar ditelan bayangan kelam
Kelemahannya pun tampak, tapi berusaha sekuat tenaga untuk menutupinya
Akhirnya langit hanya dapat terdiam, sedikit bergemuruh dan temaram
Bulan, cermin, langit, mencoba memahami setiap arti
Menyadarkan bintang bahwa angkasa tidak akan menarik hanya dengannya
Hampa!
Rapuh!
Lantak!



Catatan Kita